OJK Terbitkan 3 Larangan Tindakan Debt Collector, Perusahaan Jasa Keuangan Wajib Tahu!

RUMAH BERSIH.ID– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi menerbitkan 3 larangan yang harus dipatuhi oleh para penagih utang atau debt collector.

Melalui laman resmi Instagram OJK Indonesia menetapkan 3 larangan tindakan yang tidak boleh dilakukan oleh para debt collector pada saat melakukan penagihan utang kepada konsumen.

Hal ini tercantum dalam Pasal 7 POJK Nomor 6/POJK.07/2022 Tentang Perlindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan.

“Sobat OJK, kalian perlu tahu nih kalau debt collector dilarang menggunakan kekerasan dalam penagihan utang konsumen. Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) pun wajib mencegah pihak ketiga yang bekerja untuk atau mewakili kepentingan PUJK dari perilaku yang berakibat merugikan konsumen, termasuk penggunaan kekerasan dalam penagihan utang konsumen. Hal ini tercantum dalam Pasal 7 POJK Nomor 6/POJK.07/2022 Tentang Perlindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan.

Selain itu, dalam proses penagihan, pihak ketiga di bidang penagihan yang lebih dikenal dengan istilah debt collector diwajibkan membawa sejumlah dokumen.

Apa saja larangan bagi debt collector dan dokumen yang wajib dibawa dalam melakukan penagihan? Yuk lihat di postingan ini,” tulis akun Instagram OJK Indonesia, dikutip rumahbersih.id pada Rabu 12 Oktober 2022

Adapun 3 larangan tindakan debt collector yaitu sebagai berikut:

  1. Menggunakan cara ancaman
  2. Melakukan tindakan kekerasan yang bersifat mempermalukan
  3. Memberikan tekanan baik secara fisik maupun perbal

Jika hal tersebut dilakukan, bagi debt collector dapat dikenakan sanksi hukum pidana. Sementara untuk pelaku Pelaku Jasa Keuangan yang menjalin kerja sama dengan debt collector tersebut dapat dikenakan sanksi oleh OJK, berupa sanksi administratif antara lain:

  1. Peringatan tertulis
  2. Denda
  3. Pembatasan kegiatan usaha
  4. hingga pencabutan surat izin usaha.

Dalam proses penagihan, pihak ketiga dibidang penagihanyang lebih dikenal dengan istilah debt collector wajib membawa sejumlah dokumen:

  1. Kartu identitas
  2. Sertifikat profesi dibidang penagihan dari Lembaga Sertifikasi Profesi dibidang pembiayaan yang terdaftar di OJK.
  3. Surat Tugas dari perusahaan pembiayaan
  4. Bukti dokumen debitur wanprestasi
  5. Salinan sertifikat jaminan fidusia

Itulah 3 larangan debt collector saat melakukan penagihan utang kepada konsumen terbitan baru dari OJK.*

About Admin

Check Also

"Illustration of a golden key unlocking a mortgage rate chart, representing finding the top 10 refinancing rates for the best mortgage deals."

Top 10 Refinancing Rates Today: Your Guide to Finding the Best Mortgage Deals

RUMAHBERSIH.ID – Securing the top 10 refinancing rates today is a significant financial goal for …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *